Perkuat Kampung Tanggap Inflasi, BI NTB Berikan 1000 Bibit Cabai Kepada Pondok Pesantren


BisnisNTB-Mataram- Dalam rangka menjaga kondisi pemulihan ekonomi, termasuk dalam upaya untuk mengendalikan tingkat inflasi nasional, Kantor Perwakilan Wilayah Bank Indonesia NTB bersama dengan Tim Pengendalian Inflasi Pusat dan Daerah (TPIP & TPID). Melakukan gerakan Nasional Pengendalian Inflasi dengan memberikan  7.700 bibit cabai Hortikultura kepada tujuh perguruan tinggi dan tujuh yayasan pondok pesantren di pulau lombok, Selasa (30/8).

“ GNPIP menjadi langkah komitmen bersama untuk mengoptimalkan langkah-langkah pengendalian inflasi dari sisi suplai dan mendorong produksi guna mendukung ketahanan pangan secara integratif, masif, dan berdampak nasional,” ungkap Kepala Kantor Wilayah BI NTB Heru Saptaji saat kegiatan Penyerahan Bibit Cabai Kepada Ponpes Darul Lughah Wat-Tahfizh kota mataram.


Lebih lanjut heru menegaskan bahwa, Pondok Pesantren yang berada di kawasan perkotaan memiliki semangat tinggi dalam membangun aktivitas ekonomi yang produktif.

“Karena berada di area perkotaan dan semangat dari TGH. Mujiburrahman untuk membangun aktivitas ekonomi yang produktif baik kepada santri maupun kepada masyarakat lingkungan pondok pesantren,” ujarnya


Selain itu, sinergi kolaborasi dinilai sangat penting karena urban farming di kawasan perkotaan, terlebih dibangun basis  pesantren di dalamnya, dengan harapkan dapat berbudidaya memanfaatkan pekarangan.



“kita harapkan ini akan menguatkan bagaimana berbudidaya pekarangan itu menjadi perilaku masyarakat kiat kembali, Kita ingin membangun perilaku kembali ,” tegasnya


Ditambahkan, bahwa beberapa pondok pesantren yang ada di pulau lombok, sudah melakukan aktivitas ekonomi produktif dan tentunya mereka memiliki semangat untuk membangun kemandirian ekonomi pesantrennya lebih baik lagi.


“Karena bukan masalah gerakan menanam cabe, tapi bagaimana membangun aktivitas ekonomi produktif di pesantren itu tentunya juga harus bagian penting,” ujarnya


Sementara itu, Wakil Walikota Mataram, yang juga Pimpinan Ponpes Darul Lughah Wat-Tahfizh, TGH Mujiburrahman menyambut baik langkah yang dilakukan oleh Bank Indonesia Wilayah NTB dalam menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok termasuk harga cabai.


“kita patut berterima kasih kepada bank Indonesia yang tetap menjaga agar kita semua warga masyarakat bisa memenuhi kebutuhan pokok kita dengan harga yang terjangkau,”  ungkapnya


Selain itu , ia mengajak kepada warga masyarakat untuk bersama menanam cabai, dengan memanfaatkan lahan pekarangan rumah masing-masing untuk mengurangi ketergantungan terhadap pasar.


“Meskipun kita mampu membeli cabai berapapun itu harganya , tetapi dengan kita memiliki tanaman sendiri baik secara pribadi maupun kolektif maka akan mengurangi ketergantungan kita terhadap pasar,” pintanya


Sementara itu terdapat 7 program strategis GNPIP di Provinsi NTB yang dituangkan ke dalam Piagam Deklarasi yg ditandatangani oleh Gubernur NTB dengan berlandaskan kerangka 4K (Ketersediaan Pasokan, Keterjangkauan Harga, Kelancaran Distribusi, dan Komunikasi Efektif), yaitu:

Program 77 Desa Berdaya dan Tanggap Inflasi.

Program Penanaman 7.700 Bibit Cabai Rawit dan Hortikultura.

Program Gerakan Tanam Cabai di 7 Perguruan Tinggi.

Program Gerakan Tanam Cabai di 7 Pondok Pesantren.

Program Operasi Pasar Murah Berkala di Seluruh Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Se-Provinsi NTB.