Festival Literasi Digital Di Meriahkan Oleh Band Wali


BisnisNTB, Lombok TimurSekitar 50.000 warga Nahdlatul Wathan Diniyah Islamiyah (NWDI) dan masyarakat mengikuti Hajatan Festival Literasi Digital yang dikemas dengan memadukan talkshow dan pagelaran musik yang berlangsung di GOR Hamzanwadi - Pancor, Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB), Sabtu (10/9/2022).

Acara ini berlangsung semarak lantaran dipuncaki dengan penampilan grup band Wali.

Dibuka pukul 16.30 WITA, acara diawali dengan talkshow literasi digital yang menghadirkan sejumlah narasumber. Sesi pertama menghadirkan RCEO Region X Bank Mandiri Hendra Wahyudi dan Plt. Kepala Dinas Kominfotik Provinsi NTB Baiq Nelly Yuniarti.

Sedangkan pada sesi kedua, tampil Wakil Gubernur NTB Sitti Rohmi Djalilah, Kapolres Lombok Timur AKBP Hery Indra Cahyono, dan Kepala Dinas Kominfotik Lombok Timur Dr. Fauzan. Mereka membahas tema besar ”Anti Hoaks dan Keamanan Transaksi Digital”.

Sesuai tema, dari perspektif keamanan digital Kapolres Lombok Timur AKBP Hery Indra Cahyono mengatakan, tingkat penetrasi angka pertumbuhan pengguna internet di Indonesia dari tahun ke tahun meningkat cukup tinggi. Pada 2018, persentase penetrasi internet di Indonesia sebesar 64,80 persen, 2019-2020 (73,70 persen), 2021-2022 (77,2 persen), atau setara dengan 210 juta jiwa.

”Tingginya penetrasi pengguna internet berkorelasi terhadap penyebaran maraknya berita hoaks dan kejahatan siber,” kata AKBP Hery, yang tampil menggantikan Kapolda NTB Irjen Pol. Djoko Poerwanto yang berhalangan hadir.

Seperti diketahui, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) RI yang bekerja sama dengan Siberkreasi dan mitra jejaring lainnya kini sedang menggenjot pelaksanaan literasi digital di seluruh Indonesia; 34 provinsi dan 514 kabupaten. Salah satunya melalui ’special event’ Festival Literasi Digital ini.

AKBP Hery menambahkan, faktor utama penyebab mudahnya penyebaran informasi hoaks di Indonesia, yakni adanya kecenderungan masyarakat yang kurang bertanggungjawab dalam bermedia sosial. Selain itu, masyarakat juga ingin menjadi orang pertama dalam menyebarkan berita.

”Ada empat aspek terkait hoaks. Aspek ekonomi, yakni: memanfaatkan jumlah follower untuk mendapatkan keuntungan; ideologi, menolak ideologi orang lain; provokasi, penikmat kericuhan akibat berita hoaks; dan sekadar lelucon (candaan atau kritik),” ujar Hery dalam talkshow yang juga disiarkan secara online.

Lebih jauh, Hery membagikan empat strategi (4C) untuk menekan hoaks, yakni: cermati, cek, cari, dan cepat. ”Cermati kesinambungan judul dan isi, cek sumber media dan aktualitasnya, cari perbandingan berita (tidak peraya satu sumber), cepat klarifikasi sumber berita dan laporan,” pungkasnya.

Festival yang merupakan satu kesatuan dengan webinar #MakinCakapDigital 2022 ini merupakan bagian dari sosialisasi Gerakan Nasional Literasi Digital (GNLD). Kegiatan yang diagendakan digelar hingga awal Desember 2022 ini diharapkan mampu memberikan panduan kepada masyarakat dalam melakukan aktivitas digital.

Sejak pelaksanaan pertama (2017), GNLD telah menjangkau 12,6 juta warga masyarakat. Pada tahun 2022, Kominfo menargetkan pemberian pelatihan literasi digital kepada 5,5 juta warga masyarakat.

Literasi digital membahas setiap tema dari sudut pandang empat pilar utama. Yakni, kecakapan digital, etika digital, keamanan digital, dan budaya digital untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.

Dari sudut pandang kecakapan digital (digital skill), Plt. Kepala Dinas Kominfotik Provinsi NTB Baiq Nelly Yuniarti menyatakan, transformasi digital ditandai dengan adanya pergeseran pola pikir, pola sikap, dan pola tindak masyarakat dalam mengakses dan mendistribusikan informasi.

Menurut Nelly, selain memiliki banyak manfaat, teknologi digital (internet) juga dikenal memiliki sejumlah bahaya yang tersembunyi. ”Bahaya tersembunyi internet, di antaranya: cyber bullying, cyber stalking, cyber gambling, cyber fraud, phising, pelanggaran HAKI, dan doxing,” sebutnya.

Sementara, terkait keamanan transaksi digital, CEO Regional Bank Mandiri Hendra Wahyudi menyatakan, masyarakat akan terus melanjutkan aktivitas online meskipun pandemi telah berubah menjadi new normal. Aktivitas online (digitalisasi) telah banyak membantu masyarakat, termasuk memudahkan dalam bertransaksi melalui bank.

Hendra memberikan tips agar aman dalam melakukan transaksi. Salah satunya, tidak memberikan data kartu kredit dan kartu debit. ”Seperti PIN, masa berlaku kartu, tiga angka CVV di belakang kartu, limit kartu, User ID, kata sandi, dan OTP kepada pihak-pihak yang tidak berkepentingan,” sebut Hendra.

Tips lain, ganti PIN atau password secara rutin, gunakan kombinasi huruf dan angka, hindari klik tautan mencurigakan dari website atau email, hindari log in perangkat yang bukan milik sendiri.