Stabilkan Harga, BI dan TPID NTB Gelar Gebyar Operasi Pasar Telur Murah


BisnisNTB,Mataram- Tingginya harga telur ayam ras di sejumlah pasar tradisional hingga menembus harga Rp. 60 rupiah per traynya, membuat kantor perwakilan wilayah bank Indonesia (BI) bersama Tim Pengendali Inflasi Daerah NTB, akan melakukan gebyar operasi pasar telur murah di sejumlah pasar Tradisional di kota Mataram, Rabu (31/8)

“Kami BI NTB bersama TPID NTB akan melakukan gebyar operasi pasar murah, khusus telur dengan harga yang murah, karena kami tidak melihat indikasi tekanan yang sedemikian berat untuk komunitas telur,” kata Kepala Perwakilan wilayah BI NTB Heru Saptaji saat launching penyerahan bibit cabai di pondok pesantren di Kota Mataram.

Dalam gebyar operasi pasar telur murah ini, akan di jual dengan harga kisaran Rp.50 ribu hingga Rp.52 ribu rupiah pertrainya jauh lebih murah dibandingkan dengan harga di pasar dengan harga Rp. 60 ribu pertraynya.


“Kita buka dengan kisaran harga, jika di pasar harga telur Rp. 62 ribu , kita akan buka di kisaran harga 50 ribu hingga 52 dua ribu,” tegasnya

Dengan gebyar operasi pasar murah telur ini, bisa kembalikan harga telur kembali ke kondisi yang lebih komoditif dan bisa menekan lanjut inflasi dari komunitas telur ayam menjadi lebih baik lagi.

“Kita menginginkan kedepan Agustus hingga Desember, kita bisa isi dengan suatu kontekstual pengendalian inflasi yang jauh lebih baik dari komoditas pangan strategis dimana,” ungkapnya

Selain itu, lanjut Heru keberpihak pada masyarakat berpenghasilan terbatas, ketika inflasinya tinggi tentunya kehidupannya pun akan jauh lebih berat.

“Tidak bisa kita bandingkan dengan kita yang memang masih bisa menikmati berkehidupan agak lumayan, Ketika Bansos biasa mereka terima dengan dalam satu paketnya sepuluh butir telur ketika harga meningkat, mereka hanya mendapatkan tujuh butir telur  dan ini untuk masyarakat bawah kita sesuatu yang sangat berharga,” ujarnya

Selain itu, Ketika inflasi tidak bisa di jaga, tentunya akan menjadi tantangan bagaimana daerah menggetaskan indeks kemiskinan , indeks ketimpangan ekonomi , ujungnya bagaimana bisa meningkatkan indeks pembangunan sumber daya manusia di wilayah ini. (rls/BS2)