Presiden Jokowi Minta Masyarakat Memaklumi Jika Harga BBM Naik.

BisnisNTB,Jakarta - Isu Kenaikan BBM semakin mencuat,hal ini dipertegas oleh Presiden Jokowi pada siaran perssnya melalui youtube sekretariat kepresidenan, iya mengatakan jika APBN tak akan selamanya mampu menanggung subsidi BBM oleh karena itu harga BBM suatu saat pasti akan mengalami kenaikan.

Dikutip dari katadata.co.id, Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta masyarakat agar memahami langkah pemerintah untuk menaikkan harga BBM. Menurutnya, kenaikan harga minyak dunia sangat berdampak kepada harga BBM di dalam negeri.

"Kita itu masih impor separuh dari kebutuhan (BBM) kita. 1,5 juta barel minyak masih impor. Artinya apa? Kalau harga di luar naik, kita harus bayar lebih banyak. Supaya kita ngerti masalah ini," kata Presiden dikutip dari Youtube Sekretariat Presiden, Jumat (8/7).

Jokowi melanjutkan, harga minyak mentah sebelum Pandemi Covid-19 hanya US$ 60 per barel. Namun, saat ini harga minyak berada di atas US$ 100 per barel. Adapun minyak mentah jenis Brent berada di level US$ 105,20 per barel, sementara minyak jenis WTI berada di harga US$ 102,91 per barel.

"Kita ini masih tahan untuk tidak menaikkan yang namanya Pertalite. Negara lain yang namanya BBM, bensin sudah di angka Rp 31.000, di Jerman, Singapura Rp 31.000, Thailand Rp 20.000, kita masih Rp 7.650 karena disubsidi oleh APBN," sambung Jokowi.

Jokowi menyadari sebagian besar masyarakat tidak setuju dengan kenaikan harga BBM. Keputusan pemerintah untuk menahan harga Pertalite berimbas pada membengkaknya subsidi energi di tengah kenaikan harga minyak dunia.

Mantan wali kota Solo itu menyatakan kas keuangan negara tidak bisa terus-terusan menanggung beban subsidi. "Kita berdoa supaya APBN masih kuat menanggung subsidi," ujar Jokowi. (BS1)